Puisi : Terhenyak

Terhenyak

Karya : Lasya Al Imani Fielsa Wastam
Siswa Kelas 8 SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Kertas kelabu tlah melunasi pena yang ku genggam
Kian memutar isi pikiran pada cerita lalu
Kelam
Tapi tak pernah berlalu

Pena ini punya cerita
Akan seseorang yang memberikannya padaku tanpa aba aba
Kecil, namun bermakna
Dan tanpa berterima kasih, ku buang percuma

Cerita itu slalu mengenang, tenggelam dalam alam pikiranku
Bahkan aku tidak memikirkan perasaan dan jerih payah itu
Kemana akal pikirku kala dulu
Rasanya lebih dari pahitnya kopi hitam dan lebih pedih dari serangan serdadu

Masihkah ada kesempatan untuk mengucap kalimat yang terhitung terlambat?
Mungkin sang pemberi sudah pergi jauh ke suatu tempat
Walau begitu, sempatkan untukku mengucap ‘Terima kasih’ yang lama mengumpat
Anggap saja ini bukan terlambat tapi tepat

Dari sebuah pena aku belajar, untuk menghargai tiap pemberian
dan berharganya ucapan terima kasih atas sebuah perjuangan
untuk kesekian,
Terima kasih kawan


Dimuat di Majalah Remaja Muslim Edisi 08 April 2017

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*