Prestasi sebagai Media Syiar Agama

prestasiOleh: Heti Nuraeni, S. Pd.

Guru Bahasa Indonesia SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Yang namanya prestasi, tentu sangat dinantikan oleh setiap orang. Ketika kita meraih prestasi, kita merasa bahwa kerja keras yang selama ini dilakukan telah membuahkan hasil. Dalam dunia pendidikan, prestasi terdiri atas prestasi akademik dan nonakademik. Suatu sekolah terbilang bermutu ketika sekolah tersebut dapat berprestasi dalam sebuah ajang perlombaan baik yang diselenggarakan oleh dinas terkait maupun oleh instansi lainnya.

“Menjadi sekolah para juara”, salah satu kalimat yang terdapat pada visi SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, terwujud melalui banyaknya prestasi yang terukir mewarnai wajah sekolah ini. Deretan piala dan medali terjajar di setiap point sekolah ini. Piala ini menjadi bukti sejarah prestasi sekolah, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Sekolah selalu mengusahakan yang terbaik untuk mencapai prestasi tersebut mulai dari pembinaan dan pelatihan oleh guru terkait hingga mendatangkan ahli dalam bidangnya.

Tak lepas dari itu, SMP Al Irsyad dikenal sebagai sekolah Islam terbaik di Banyumas yang dapat mencetak generasi qurani dan berakhlak mulia. Menjadi jawara dalam ajang science, seni, bahasa, itu sudah seharusnya. Namun, menjadi jawara dalam bidang agama, itu menjadi yang utama.

Berprestasi dalam bidang agama menjadi bukti kesuksesan sekolah dalam mendidik siswa untuk syiar agama di luar sekolah. Tak banyak siswa yang dapat dan mau untuk berprestasi dalam bidang agama. Karena untuk mencapainya, perlu minat, semangat, dan kemauan yang tinggi. SMP Al Irsyad memiliki kader untuk hal tersebut. Mereka memiliki tujuan yang mulia terutama untuk agama. Melalui prestasi yang mereka raih, mereka ingin mensyiarkan bahwa ilmu itu harus berguna tidak hanya untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat kelak. Beberapa di antara siswa tersebut, berikut profilnya.

  1. Fatwa Dewa Surya

Hiduplah dengan berpegang teguh pada Alquran dan Sunah”

Siswa kelas IX H ini akrab dipanggil dengan nama Fatwa. Siswa berdarah asli Bandar Lampung ini lahir pada tanggal 9 April 2002. Dia merupakan anak pertama dari empat bersaudara.

Putra dari pasangan Bapak Rizal dan Ibu Erma Frilia ini sebenarnya memiliki hobi nge-game. Mungkin jika dilihat dari hobinya, hal ini menjadi biasa bagi anak-anak lain. Namun, dia memiliki keterampilan berdakwah. Bidang ini dia geluti sejak duduk di kelas VII.

Potensi yang ia miliki pertama kali terlihat ketika mengikuti perlombaan Pildarem yang diselenggarakan sekolah. Dari situlah, siswa yang bercita-cita menjadi dokter ini mengasah kemampuan dalam hal dakwah. Menurutnya, ketika kita dapat mendalami ilmu agama, maka ilmu dunia pun akan mengikuti. Terbukti, tidak hanya lihai dalam berpidato Islami, Fatwa juga sukses dalam bidang akademik. Peringkat tiga besar selalu ia raih. Prestasi lomba dai yang pernah ia ukir pun sampai tingkat karesidenan.

  1. Adam Rozaqi Satria Wibowo

“Man Jadda wa Jadda”

Melalui kemampuannya dalam melantunkan ayat suci Alquran dengan merdu, ia jadikan sebuah kekuatan untuk mencintai Alquran dengan berseni baca tilawah. Potensi ini telah membuat anak pertama dari Bapak Setyo Wibowo dan Ibu Maryani Setyowati ini meraih prestasi dalam bidang seni baca Alquran dari tingkat kecamatan sampai provinsi.

Siswa yang juga mahir dalam badminton ini pun berusaha menyeimbangkan prestasi akademiknya. Terlihat dari perolehan nilai yang ia dapat selama akhir semester ini, siswa kelas IX H ini selalu mengalami peningkatan.

Adam menyadari bahwa sangat sedikit yang memiliki kemampuan tilawah Alquran. Fenomena ini menggugah motivasi dalam dirinya untuk memanfaatkan potensi dirinya, yakni memanfaatkan kemampuannya untuk mengenalkan tentang indah dan sempurnanya bacaan Alquran.

Menurutnya, Alquran sudah seharusnya lebih dicintai daripada lagu-lagu pada umumnya karena Alquran adalah ilmu dari segala ilmu. Dia pun membuktikan bahwa dengan mencintai Alquran maka sebenarnya ilmu dunia berada dalam genggaman.

  1. Muhammad Aliza Mudrikah

“Jangan sesali pilihanmu karena Allah pasti memiliki skenario yang terbaik”

Siswa kelahiran Jakarta, 7 Maret 2002 ini menjadi salah satu siswa teladan dalam berakhlak mulia. Prestasi yang pernah ia miliki tak terlepas dari ilmu agama. Hal ini sudah dibuktikan sejak ia berada di SD, seperti Lomba Cerdas Cermat Islam yang pernah dia ikuti sampai ke tingkat nasional.

Selama duduk di bangku SMP, siswa kelas IX E SMP Al Irsyad Purwokerto ini memperkuat cintanya pada agama Islam dengan memperkuat hafalan Alquran. Motivasi tersebut tumbuh dengan dorongan yang diberikan oleh orang tuanya, Ustad Salimudin dan Ibu Choirunnisa.

Ia pun membuktikan kemampuannya melalui ajang Olimpiade Tahfidzul Quran yang diselenggarakan oleh sekolah. Selama tiga tahun terakhir prestasinya selalu meningkat dalam ajang tersebut. Dan baru-baru ini, akhirnya ia berhasil mendapatkan juara I kategori tiga juz pada OTQ 2017.

Baginya, seorang muslim harus dapat mempertahankan kitabnya terutama pada zaman sekarang yang sarat akan godaan duniawi. Di tengah-tengah hingar-bingar tuntutan zaman, generasi muslim harus lebih berpedoman pada Alquran dan menjaganya. Salah satunya melalui tahfizul Quran.

Dari ketiga profil tersebut, prestasi mereka menjadi sebuah motivasi tersendiri untuk lebih mencintai Islam, baik melalui dakwah, seni, maupun hafalan. Prestasi tak selalu hanya menjadi kebanggaan. Tetapi, akan menjadi luar biasa jika prestasi tersebut dapat menjadi motivasi orang lain untuk menjadi lebih baik bahkan berguna bagi umat.[]


Pernah dimuat di Majalah Remaja Muslim Edisi 08 April 2017

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*