Outdoor Study Level VII – Benteng Van Der Wijck

Outdoor/ Pendidikan Luar Kelas merupakan pendidikan yang dilakukan di luar ruang kelas atau di luar gedung sekolah, atau berada di alam bebas, seperti: bermain di lingkungan sekitar sekolah, di taman, di perkampungan nelayan/daerah pesisir, perkampungan petani/persawahan, berkemah, petualangan, sehingga diperoleh pengetahuan dan nilai-nilai yang berkaitan dengan aktivitas alam bebas.

Kompetensi yang Diperoleh Melalui Pendidikan Luar Kelas :

  1. Siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan dan alam sekitar

  2. Siswa mengetahui pentingnya keterampilan hidup dan pengalaman hidup di lingkungan dan alam sekitar

  3. Siswa memiliki apresiasi terhadap lingkungan dan alam sekitar

    (Sumber)

Pada kesempatan ini siswa kelas VII mengadakan outdoor study di Benteng Van der vijck tepatnya di Kota Kebumen. Wisata Benteng Van Der Wijck sendiri merupakan salah satu wisata andalan yang ada di Kebumen selain pantai ayah dan pantai menganti. Wisata Benteng Van Der Wijck didirikan pada tahun 1818 yang di prarkasai oleh Jendral Van den Bosh ini memiliki luas benteng sebesar 3606.625m2 dengan tinggi benteng sekitar 9.67m.

Menurut sejarah Wisata Benteng Van Der Wijck ini di bangun sebagai benteng pertahanan Belanda di bekas kantor kongsi dagang VOC yang berada di Gombong yang di persiapkan untuk melawan Kesultanan Yogyakarta. Benteng ini di bangun sekama 4 tahun, dan saat setelah berdiri kemudian benteng ini di beri nama Fort Cochius/ Fort General Cochius yang merupakan nama dari komandan perang di Hindia belanda yang memimpin Belanda di Gombong pada saat masa perang Diponegoro pada tahun 1825-1830.

Arsiterktur Benteng Van Der Wijck Kebumen ini berbentuk segi delapan dengan luas permukaan 7168 m2 dengan tebal dinding 1.4m. Struktur banteng sendiri terdiri dari 2 lantai . Lantai yang pertama memiliki 4 pintu masuk dan 16 kamar yang sangat besar dan terdiri dari 72 jendela, 63 pintu penghubung dan pintu keluar dan 8 tangga untuk mencapai di lantai 2 bangunan benteng ini. Sedangkan pada lantai 2 Benteng Van Der Wijck ini memilii 70 pintu penghubung, 84 jendela dan 16 kamar yang ukurannya tergolong besar.

Namun pada tahun 1856 benteng Fort Cochius (Benteng Van Der Wijck)  berubah menjadi Pupillenschool (Sekolah Taruna Militer) khusus anak anak eropa yang lahi di Hindia Belanda (Indonesia). Dan setelah itu barulah nama benteng Fort Cochius berubah nama menjadi Benteng Van Der Wijck sebagai bentuk penghormatan kepada Van Der Wijck atas jasanya pada pemerintah Belanda dalam bidang kemiliteran.

Jika ingin berwisata di Benteng Van Der Wijck tidak perlu juga mengeluarkan biaya yang cukup besar, hanya dengan Rp. 8.000(harga dapat berubah sewaktu-waktu) anda bisa masuk ke dalam bventeng ini. Disini para penelusur bisa menikmati keindahan benteng atau jika para penelusur membawa anak-anak bisa juga utuk di ajak bermain di arena bermain anak-anak seperti kereta keliling yang berada di lantai 2 bangunan benteng, kolam renang, taman bermain dan bola air. JIka para penelusur ingin menginap bisa juga lho. Dengan biaya Rp. 150.000-200.00 para penelusur bisa menginap di lokasi ini. (sumber).

Rombongan pasukan Level VII berangkat pukul 07:30 WIB dari sekolah, antara pemberangkatan siswa putra dan putri terpisan, awalnya siswa putra berangkat pada hari Selasa, 10 Oktober 2017 dan kemudikan besoknya hari Rabu, 11 Oktorber 2017, siswa berangat menggunakan bus metromini berjuamlah 2 itu sudah cukup untuk membawa meraka ke tempat tujuan. Sebelum berangkat guru pendamping memeriksa kondisi kesehatan anak dan juga memberi pengarahan tentang tata tertib dan teknis kegiatan nantinya saat berada di Benteng Van der vijck .

Setelah sampai pada lokasi Benteng Van Der Wijck guru pendamping muali kembali mengumpulkan siswa dan juga mengecek kelengpan siswa, dan juga mengingatkan kembali peraturan tata tertib dan teknis acara.

Tidak hanya sekedar jalan-jalan siswa juga diberikan tugas emembuat laporan tentang perjalanan kali ini, salah satunya yaitu tentang bagaimana sejarah tentang benteng Van der wijck, tak lupa juga siswa mencoba wahana beramain dilokasi diantaranya kereta, prosotan, dan kolam renang pastinya tidak ketinggalan.

Nah untuk sesi terakhirnya itu foto bersama antar kelas, lalu dilanjutkan dengan makan bersama terus pulang menuju sekolah dulu untuk mengikuti shalat ashar berjamaah di aula, sebelum pulang juga tidak lupa guru pendamping cek lagi kelengkapan siswa agar tidak ada yang tertinggal, barang bawaan juga tidak lupa di cek, adalagi yang penting sampah juga dipastikan sudah dibuang pada tempatnya, okeh diperkirakan juga sampai sekolah pukul 03:00 WIB.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*