OSIS Motori Budaya Literasi

IMG-20170504-WA0007 IMG-20170504-WA0006

GERAKAN literasi tampaknya sedang hangat di SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Hal ini tak lain dimotori oleh OSIS melalui program-program inovatifnya sejak Januari 2017.

Program yang telah dilaksanakan adalah Rekrutmen/Penerimaan Pustakawan Remaja, Satu Buku Satu Pekan, Hibah Buku, Reward Aktivis Perpustakaan, hingga Bedah Buku. Adapun beberapa program lainnya sedang dalam persiapan untuk dilaksanakan sampai akhir masa kepengurusan, Oktober 2018.

 “Untuk kegiatan Bedah Buku, Pengurus OSIS melibatkan Pustakawan Remaja menjadi panitia teknis. Alhamdulillah kegiatan bulanan ini sudah berjalan dua kali untuk siswa putra dan dua untuk siswa kali putri. Pembicara atau pembedah buku dari Pengurus OSIS, Pustakawan Remaja, atau siswa umum,” ungkap ustaz Nandi Mulyadi, M.Pd.I., kepala sekolah.

Bedah buku sebelumnya dilaksanakan pada Sabtu,18 Maret 2017 bersama Fauzi Nurrahman dan Helmi Gunawan (kelas 8). Selanjutnya pada Sabtu, 25 Maret 2017, di perpustakaan sekolah, Al Izdihar, sepulang sekolah bersama Putri Alifah, Hafsah, Inaz Avriliana (kelas 8), dan Aulia Shafira.  Mereka berempat membedah 3 judul buku yang berbeda, salah satunya The Battle of The Labyrinth, karya Rick Riardan.Para siswa tersebut tampak senang menyampaikan ringkasan isi buku, kelebihan, dan kekurangannya dengan percaya diri.

Bahkan ada pembedah dari siswa kelas 9 yang sedang sibuk persiapan UN namun tetap senang membaca buku. Aulia Shafira Binandari.

 “Saya senang dapat mengisi kegiatan Bedah Buku ini. Semacam menyampaikan resensi buku yang sudah saya baca sebelumnya. Saya menceritakan isinya, kelebihan, dan kekurangan buku tersebut di depan teman-teman. Bisa menambah pengalaman berbicara di depan umum,” kata Aulia.

Perkembangan yang bagus dalam menggalakkan budaya literasi ini juga terlihat dari perpustakaan sekolah yang semakin ramai pada jam-jam istirahat. Baik siswa putri maupun putra semakin banyak yang berkunjung dan meminjam buku.

Andri Susilo, S. Kom., sebagai pustakawan sekolah menambahkan bahwa dibanding pada semester I, sekarang pengunjung putra semakin banyak, bahkan sudah meminta penambahan koleksi buku, khususnya buku-buku yang menantang seperti petualangan.

 “Peningkatan pengunjung ini tidak lepas dari pengaruh keberadaan pustakawan remaja yang tidak sekadar membantu teknis peminjaman dan pengembalian buku. Namun, bersemangat mengkampanyekan gerakan membaca kepada teman-temannya,” terang Andri.[]

sekolah_terbaik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*