Menutup Celah Kesia-siaan pada Bulan Ramadan

Oleh: Ririn Nursanti, M.Pd.I.
Guru SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Alhamdulillah, sebentar lagi bulan Ramadan akan tiba dan menawarkan banyak keutamaan serta kemuliaan. Ramadan adalah bulan kemenangan. Pintu surga dibuka dan setan-setan dibelenggu. Saat yang tepat bagi setiap muslim untuk panen ibadah dan melipatkan sebanyak-banyaknya pahala yang dijanjikan Allah Ta’ala.

Bagi seorang muslim, Ramadan menawarkan momentum perubahan yang fundamental karena akan memberikan asupan energi yang dahsyat untuk melakukan revolusi tersebut. Sehingga, sungguh merugi seorang muslim yang tidak mampu melakukan kebaikan selama bulan Ramadan dan dia tidaklah mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja yang menghinggapi tenggorokannya.

Inilah yang disabdakan oleh Nabi saw.

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy)

Dalam hadis yang lain disebutkan:

Artinya: Puasa tidak sekadar menahan diri dari makan dan minum. Sesungguhnya puasa itu menahan diri dari kesia-siaan dan kekejian. Jika ada seorang yang mencelamu atau bertindak bodoh kepadamu maka katakanlah: sesungguhnya aku sedang berpuasa. (HR. Bukhari)

Banyak kesia-siaan yang sering dianggap sepele dilakukan seorang muslim terutama pada saat bulan Ramadan dan menyebabkan pelakunya merugi, kehilangan kesempatan untuk meraih pahala besar.

Ibarat perniagaan, waktu adalah modal dan pahala adalah laba. Dengan demikian, seorang muslim harus mampu mengelola modal waktu yang ada selama Ramadan untuk menghasilkan laba berlipat berupa pahala yang besar di sisi Allah Ta’ala.

 Perlu upaya yang sungguh-sungguh agar setiap muslim mampu menutup celah kesia-siaan di bulan yang penuh kemulian ini. Di antara upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk menutup celah kesia-siaan selama Ramadan adalah sebagai berikut.

  1. Cerdas Mengelola Gadget

Tidak dimungkiri lagi, saat ini gadget merupakan salah satu perangkat elektronik yang paling banyak menjadi pemicu kesia-siaan. Penggunaan gadget secara terus-menerus tanpa ada pembatasan waktu, dapat membuat penggunanya kecanduan. Jika kita tidak cerdas mengelola dalam penggunaannya, akan menimbulkan kerugian besar, khususnya pada bulan Ramadan yang penuh kemulian ini.

Contohnya satu jam yang dihabiskan untuk bermain game, nilainya jelas tak akan sebanding dengan satu jam yang diisi dengan tilawah Alquran.

Salah satu usaha yang dapat kita lakukan untuk mengelola gadget terutama selama Ramadan ini adalah perlu niat yang keras untuk membuat jadwal penggunaan gadget disesuaikan dengan target ibadah yang sudah di buat selama Ramadan.

Ada beberapa komitmen yang bisa kita buat, antara lain

  • Matikan gadget, di luar jadwal penggunaan (susun jadwal penggunaan sesuai kondisi masing-masing, contoh: pagi (pukul 07.00 – 09.00), siang (pukul 13.00 – 14.00, malam (pukul 20.00 – 21.00)
  • Offline dari sosial media di luar jadwal penggunaan
  • Atur dering gadget dengan silent/tanpa suara, sehingga masih memungkinkan mengetahui jika ada telepon penting dari seseorang.

Berselancar dengan gadget memang sangat menyenangkan. Namun, di bulan Ramadan yang penuh berkah ini baiknya kita mampu mengisi waktu-waktu kita untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.

  1. Bijak Menyikapi Televisi

Celah lain yang juga potensial mendatangkan kesia-siaan selama Ramadan adalah pesawat televisi. Momentum Ramadan sebagai bulan penuh berkah juga dimanfaatkan oleh pihak industri hiburan, terutama televisi. Banyak sekali perubahan tayangan televisi selama bulan Ramadan, terutama dari segi tampilannya. Semua serba religius. Dari acara menjelang sahur yang dimeriahkan acara komedian hingga tayangan sinetron nuansa Ramadan marak ditampilkan untuk memenuhi waktu 30 hari Ramadan.

Jika kita tidak bijak menyikapi tayangan tersebut, bukan tidak mungkin waktu-waktu berharga kita selama Ramadan terlewat begitu saja dengan sia-sia tanpa aktivitas yang bernilai ibadah.

Kebijakan on-off televisi sebagaimana penggunaan gadget sesuai dengan jadwal ibadah yang telah dibuat, harus menjadi komitmen bersama dalam keluarga.

Jika harus menyalakan televisi, kurangilah melihat tayangan yang bersifat sebatas hiburan dan gantilah tayangan yang benar-benar dapat menambah wawasan dan kekuatan keimanan kita terhadap Allah Ta’ala, seperti tausiah Subuh dan jelang magrib atau mendengarkan tayangan tilawah Alquran.

  1. Menjaga Lisan dari Dusta dan Berkata Kotor

Berkata dusta dan kotor merupakan salah satu yang membuat puasa seorang muslim bisa sia-sia, dan hanya merasakan lapar dan dahaga saja serta tidak mendapatkan ganjaran yang sempurna atas puasanya.

Rasulullah saw. bersabda,

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari).

  1. Teguh Menjaga Wirid Harian.

Wirid artinya amalan rutin yang diamalkan setiap hari sesuai kesanggupan masing-masig. Bentuk wirid harian tersebut antara lain: Salat Duha, qiyamul lail, zikir pagi dan petang, tilawah Alquran, bersedekah, dan kebaikan-kebaikan lain yang rutin dilakukan.

Wirid-wirid itulah yang akan memlihara hubungan kita dengan Allah Ta’ala sehingga akan senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk-Nya. Tanpanya, jiwa seseorang akan terjatuh dalam kelelahan dan mudah berputus asa menghadapi berbagai ujian hidup.

Upaya-upaya di atas adalah dalam rangka berjuang mewujudkan kemulian di sisi Allah Ta’ala selama bulan Ramadan. Kewaspadaan agar tak terlena dalam kesia-siaan hendaknya kita tingkatkan, apalagi Ramadan hanya 30 hari. Segala macam kerusakan terkumpul karena mengikuti hawa nafsu dan melalaikan waktu. Sedangkan segala macam kebaikan ada karena mengikuti Al Huda (petunjuk) dan selalu menyiapkan diri untuk berjumpa dengan Rabb semesta alam.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kesempatan kepada kita berjumpa kembali dengan bulan Mubarak dan memberikan kekuatan untuk mampu mendulang banyak pahala dengan ibadah yang diridai Allah Ta’ala, aamiin.[]


Dimuat di Majalah Remaja Muslim Edisi 09 Ramadan 2017

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*