Menanamkan Budaya Membaca Sejak Dini

oleh : Giyarin Ebtika Ningtyas, S.Pd
Guru SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

”Umi… ‘uku,” seru Ahnaaf yang belum bisa mengucapkan kata buku, maklum usianya belum genap 2,5 tahun. Seperti biasa , jari mungil Ahnaaf menunjuk ke arah tumpukan buku-buku kisah dalam Alquran yang dibelikan uminya.

“Oke. Ahnaaf pilih ya, tiga buku yang mau dibaca,” pinta uminya sambil memperhatikan.

Dengan susah payah Ahnaaf mengambil satu persatu buku yang ingin dia baca. Maklum buku-buku bacaan Ahnaaf memiliki massa yang relative besar karena buku-buku tersebut termasuk boardbook alias buku yang tebal.

Ahnaaf belumlah pandai membaca. Bahkan huruf pun belum dia ketahui nama-namanya karena memang belum masanya dia bisa membaca, maklum umurnya belum genap 2,5 tahun. Tapi Ahnaaf sangat suka dengan buku. Hampir setiap hari dia memilih buku yang ingin dia “baca”.

Kebiasaan baik ini berawal dari kecintaan sang umi terhadap buku bacaan. Membaca buku merupakan aktivitas yang bisa menambah pengetahuan. Bahkan perintah pertama yang Allah berikan untuk Rasul-Nya adalah membaca. Ya membaca. Karena kecintaannya terhadap buku bacaan yang menurutnya sangat positif, maka uminya pun lantas membiasakan Ahnaaf untuk menggemari buku.

Buku bacaan yang umi pilihkan untuk Ahnaaf pun bukan buku bacaan seperti layaknya novel, komik atau buku biografi, tapi lebih berisi gambar-gambar menarik dimana buku tersebut mengisahkan tentang teladan yang membuat Ahnaaf selain suka terhadap buku juga bisa mengembangkan daya imajinasinya serta mengambil teladan dari buku tersebut. Tentunya membaca buku ala Ahnaaf sangat perlu bimbingan orang tua. Disitulah peran umi dan abinya. Umi dan abi membacakan cerita dari buku tersebut dengan gaya ala-ala pendongeng  yang membuat Ahnaaf bisa mengulanginya meski tak selancar umi dan abi.

Kenapa sih harus mengenalkan buku sedari kecil? Bukankah masa anak-anak adalah bermain?

Menurut ummu Ahnaaf, panggilan untuk uminya Ahnaaf, mengenalkan buku mulai sedari kecil akan menumbuhkan kecintaan terhadap buku sehingga akhirnya menjadikan anak gemar membaca buku. Jika anak gemar mambaca buku maka budaya membaca buku pun akan meningkat, bukankah ini selaras dengan visi pendidikan di Indonesia? Meningkatkan budaya membaca di kalangan remaja?

Selain itu, usia Ahnaaf adalah usia golden ages, dimana ini merupakan periode keemasan anak. Pada periode ini perkembangan sel otak anak sedang tinggi-tingginya, bahkan ada peneliti yang mengungkapkan bahwa sel otak pada masa golden ages seperti milyaran bintang di langit. Oleh sebab itu, pada periode ini anak-anak seperti Ahnaaf harus diberi stimulus yang baik agar otaknya mampu berkembang optimal. Tak heran pula banyak balita jaman sekarang yang sudah pandai menghafal al-Quran, hal itu karena stimulus yang baik dan optimal yang diberikan oleh orang tuanya.

Lantas, bagaimana cara menumbuhkan minat baca anak sejak dini?

Yang pertama tentu contoh dari orang terdekat anak, yaitu orang tuanya. Usia-usia seperti Ahnaaf cenderung suka meniru sehingga berilah teladan yang baik. Kalau orang tua sudah gemar membaca buku, maka anaknya akan menirunya. Kalau orang tua gemar membaca Al-Quran inshaaAllah anaknya pun demikian.

Yang kedua buat buku dimata anak adalah sesuatu yang menarik dan tidak membosankan. Misalkan pilih buku yang sesuai umur mereka seperti kisah-kisah teladan dengan banyak gambar dan warna. Bacakan kepada mereka dengan gaya semenarik mungkin dan ajak mereka untuk ikut serta dalam mengekspresikan hal-hal baik yang ada di buku. Dari situ anak akan tertarik.

Yang terakhir, jangan pernah paksa anak untuk membaca tapi ajak mereka untuk berimajinasi dengan buku bacaan mereka. Ingat kita hanya menumbuhkan minat baca, bukan membuat anak bisa membaca.

“Anaf pengen baca Hud-Hud,” salah satu celoteh Ahnaaf.

Ya, dengan mengenalkan buku pada anak minimal anak jadi tahu karaktek dan teladan yang bisa dipetik dari buku bacaannya dan tentunya membuat anak suka dan gemar dengan buku.

Dan untuk kita sebagai orang tua jangan pernah merasa malu kalau kita suka dengan bacaan anak, karena dengan begitu kita bisa tahu dunia anak yang sebenarnya.

Mari ajari anak-anak kita gemar membaca sejak dini. []


Pernah dimuat di Majalah Remaja Muslim Edisi 10 | Agustus 2017

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*